TARIF MATERAI NAIK DAN TUNGGAL

JAKARTA, Dilansir bahwa Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang bea materai sebagai undang-undang. Bea materai merupakan bea registrasi yang dikenakan atas pelaksanaan dokumen tertentu. Biasanya bea materai dikenakan pada dokumen yang mentransfer kepemilikan. Dengan istilah lain, bea materai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen yang bersifat perdata dan dokumen untuk dipergunakan di pengadilan. 

Saat ini, bea materai yang masih berlaku adalah Rp 3.000 dan Rp 6.000. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2000, apabila dokumen yang memiliki nilai Rp 250.000 sampai dengan Rp 1.000.000, maka akan dikenakan bea materai sebesar Rp 3.000. Sedangkan pada dokumen yang memiliki nilai lebih dari Rp 1.000.000, maka akan dikenakan bea materai sebesar Rp 6.000. Ini membuat penggunaan materai Rp 6.000 lebih luas dibandingkan materai Rp 3.000.

Akan tetapi tak semua dokumen berharga harus dibutuhi dengan materai. Dengan kata lain, dokumen tanpa materai bukan berarti dokumen tersebut dianggap tidak sah. Namun, dokumen tanpa materai tersebut tak bisa dijadikan alat bukti di pengadilan. Tujuan penempelan materai adalah memberikan nilai hukum pada sebuah dokumen yang telah dibuat. 

Dikutip dari Kementrian Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahwa pemerintah akan merubah tarif bea materai Rp 3.000 dan Rp 6.000 menjadi satu tarif yaitu senilai Rp 10.000. Jika nantinya disahkan, tarif baru akan berlaku pada 1 Januari 2021 mendatang. Saat ini pemerintah membutuhkan banyak waktu demi memersiapkan detail aturan terkait bea materai, dan perlu mensosialisasikan informasi bea materai satu tarif tersebut kepada masyarakat. Masa peralihan tersebut cukup menghabiskan ketersedian materai Rp 3.000 dan Rp 6.000 dalam menggunakan UU bea materai lama.

Di dalam UU yang baru akan mengakomodasi mengenai dokumen digital, tak hanya dokumen fisik dalam bentuk kertas. Seperti dikutip oleh Kementrian Keuangan dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Kami (3/9/2020) yang berisi :

"Dengan adanya bea materai baru diharapkan bisa memberlakukan dokumen tidak hanya dalam bentuk kertas tapi juga digital, sesuai dengan kemajuan dan perubahan zaman, kami berharap dengan UU ini bisa memberi kesamaan perlakuan untuk dokumen kertas dan non kertas."

Berdasarkan Undang-Undang Bea Materai ada beberapa 7 point utama yang akan diterapkan antara sebagai berikut:

  • Undang - Undang Bea Materai Rp 10.000 akan berlaku pada 1 Januari 2021.
  • Kementrian Keuangan akan mengganti tarif materai Rp 3.000 dan Rp 6.000 menjadi satu tarif Rp 10.000. tarif tersebut hanya berlaku untuk dokumen senilai Rp 5.000.000, dan tidak berlaku pada dokumen yang mencantumkan nilai di bawah Rp 5.000.000.
  • Penyempurnaan pengaturan terutang dan subjek bea materai secara rinci dari masing-masing jenis dokumen dan penyempurnaan administrasi pemungutan bea materai dalam rangka membangun kepastian hukum.
  • Pemberlakuan materai elektronik pada dokumen non elektronik.
  • Memberikan fasilitas berupa pembebasan dari pengenaan bea materai atas dokumen tertentu. Dokumen yang dimaksud seperti untuk kegiatan bencana alam, kegiatan keagamaan, dan sosial, serta kegiatan yang mendukung program pemerintah dalam melaksanakan perjanjian internasional.
  • Pemerintah akan mengatur kembali sanksi administratif atas ketidak patuhan atau keterlambatan membayar bea materai.
  • Pemerintah akan merincikan sanksi pidana dalam tindakan pembuatan, pengedaran, panjualan, dan pemakaian materai palsu atau bekas pakai.  

Kembali

Artikel Lainnya


  •  

    Sed do eiusmod tempor incididunt

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt. READ MORE


  • Author Name

    Sed do eiusmod tempor incididunt

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt. READ MORE


  • Author Name

    Sed do eiusmod tempor incididunt

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt. READ MORE


  • Author Name

    Sed do eiusmod tempor incididunt

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt. READ MORE


  • Author Name

    Sed do eiusmod tempor incididunt

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt. READ MORE


  • Author Name

    Sed do eiusmod tempor incididunt

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt. READ MORE


  • Author Name

    Sed do eiusmod tempor incididunt

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt. READ MORE

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •