Masalah :

Pajak pada perusahaan manufaktur. Perusahaan PKP ABC membeli bahan baku senilai Rp 200 miliar dari Perusahaan XYZ. Pembelian mencapai Rp210 miliar ditambah PPN 10%. Pabrik XXX harus memotong dan menyetor PPN. Apabila,. Pabrik XYZ mengolah bahan baku menjadi suatu produk/barang yang menghasilkan penjualan Rp300 miliar. Penjualan mencapai Rp320 miliar setelah ditambah PPN 10%. Total penjualan cabai XYZ dipotong PPN dan diserahkan kepada negara. Salah satu penggunaan pajaknya yaitu e-bupot dan e-faktur pajak.

Tantangan :

Namun, saat pabrik XYZ tidak mengerti peraturan terkait hal ini dengan tidak memotong PPN atas penjualan, maka pabrik XYZ akan menerima pengembalian (restitusi) atau penggantian dengan nilai yang sama dengan pajak masukan dari Direktorat Jenderal Pajak. Penggunaan e-Bupot dan e-Faktur merupakan salah satu yang umumnya dipakai untuk manufaktur.



Solusi :

Pelaku manufaktur dapat menggunakan Sipajak platform atau Sipajak API yang menyediakan layanan. berikut salah satu penggunaan fitur untuk pajak pabrik atau manufaktur yaitu:

1. E-Faktur untuk memberikan layanan bagi perusahaan berstatus PKP untuk membuat faktur pajak atau invoice dan pembuatan SPT PPN yang terhubung ke server DJP melalui mekanisme host-to-host

2. E-Bupot dapat membantu perusahaan PKP terkait penerimaan dan pengembalian PPh yang terkoneksi dengan server DJP melalui mekanisme host-to-host

Layanan dan produk Sipajak yang digunakan :

Masih Bingung?

Request demo sekarang untuk penjelasan lebih lanjut!